Pelepasan Ekspor Perdana Weed Solut-ion, Produk Reduktan Herbisida PT. Pandawa Agri Indonesia

Banyuwangi, 17 Maret 2021 – PT. Pandawa Agri Indonesia – Perusahaan berbasis lifescience yang berasal dari Banyuwangi melaksanakan kegiatan ekspor perdana salah satu produk inovasi andalan perusahaannya yaitu reduktan herbisida Weed Solut-ion, yang merupakan produk satu-satunya di dunia yang dapat mengurangi penggunaan herbisida hingga 50%, ke Malaysia. Peresmian ekspor perdana Weed Solut-ion dilakukan di Kawasan Kantor dan Pabrik Pandawa Agri Indonesia yang berlokasi di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi-Jawa Timur, pada Rabu (17/03/2021).

Pemberian Cenderamata oleh CEO PT. Pandawa Agri Indonesia kepada Bupati Banyuwangi

Hadir pada kesempatan ini yaitu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan, Kadis UMKM Perdagangan Banyuwangi Nanin Oktaviantie, Kadis LH Banyuwangi Husnul Chotimah, Kabag Perekonomian Ibu Heny Sugiarti, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Banyuwangi David Wijaya Tjoek, Perwakilan Pimpinan KADIN Banyuwangi Arvy Rizaldy, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi Dede Abdul Ghani, Kepala Kecamatan Kabat Susanto Wibowo, Kepala Desa Benelan Lor Khorul Anam, Serta Pengganti Sementara (Pgs) Pemimpin Bisnis Pemasaran BNI Endra Sulistiono.

Baca juga artikel lainnya :

“Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang sudah membantu dan memfasilitasi ekspor perdana ini hingga bisa terlaksana, semoga ekspor perdana ini menjadi jalan pembuka untuk pengembangan produk kami ke negara-negara lain, karena memang sudah banyak sekali negara-negara seperti di ASEAN, mereka telah mempunyai regulasi untuk mengurangi penggunaan pestisida namun belum memiliki solusinya, sehingga kami berusaha untuk terus memperluas cakupan distribusi produk kami.” ujar CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa.

Bupati Ipuk, CEO PT. Pandawa Agri Indonesia Kukuh Roxa, Kadin Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setyawan, Ketua HIPMI Banyuwangi Dede Abdul Ghany, Plt Kepala Dishub Banyuwangi Dwi Yanto dan undangan foto bersama di depan kontainer pelepasan ekspor

“Selama ini kami berfokus untuk menyuplai kebutuhan perkebunan besar multinasional di Indonesia yang mayoritas di luar Pulau Jawa. Hingga saat ini Kami telah berhasil untuk mengurangi penggunaan pestisida hingga 1 juta liter. Kami harap dengan terlaksananya kegiatan ekspor ini, kami kedepan juga bisa berkontribusi ke Banyuwangi, sehingga Banyuwangi bisa menjadi kabupaten pertama di Indonesia, bahkan di dunia yang mampu menurunkan penggunaan pestisida secara signifikan di bidang pertanian” lanjut Kukuh Roxa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan menjelaskan produk Weed Solut-ion dari PT PAI itu sangat membantu petani dari masalah penggunaan pestisida kimia. Dampak jangka panjang penggunaan pestisida sangat merusak fungsi tanah, dengan adanya Weed Solut-ion dirasa sangat membantu dan memberi solusi bagi petani. “Produk tersebut merupakan solusi bagi petani dan cocok digunakan untuk semua jenis tanaman,” terang Arief.

Petugas dari PAI menunjukan hasil demo plot penggunaan Weed Solution

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan bangga atas usaha pemuda asal Banyuwangi tersebut. Dengan adanya produk reduktan pestisida sangat membantu masalah petani khususnya di Banyuwangi. Apa lagi saat ini produk tersebut sudah tembus pasar luar negeri, tentu saja hal itu menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat Banyuwangi sebagai ikon inovasi pertanian Banyuwangi. “Pemerintah terus mendorong dan memberikan dukungan untuk usaha-usaha yang diinisiasi oleh pemuda, produk Weed Solut-ion ini merupakan produk yang sangat bagus dan menjadi solusi bagi petani. Selain itu,  sejalan juga dengan konsep pariwisata Banyuwangi yang mengusung konsep ecotourism. Pandawa Agri Indonesia hadir disini untuk menandakan bahwa upaya positif ditengah pandemi ini masih ada peluang. saat ini Bandara Internasional Banyuwangi juga sudah membuka penerbangan untuk pasar ekspor ke luar negeri dan itu sangat membantu pengusaha asal Banyuwangi,” pungkas Ipuk.

Petugas PT. Pandawa Agri Indonesia menjelaskan tata cara menggunakan Weed Solut-ion kepada Bupati Ipuk dan para undangan

Acara pelepasan ekspor perdana Weed Solut-ion ditandai dengan pemecahan kendi oleh CEO Pandawa Agri Indonesia dan Bupati Banyuwangi sebagai simbolisasi makna pembukaan pintu rejeki dan kelancaran usaha yang akan dilakukan. Pandawa Agri Indonesia memberangkatkan satu kontainer tahap awal sebanyak 20 ton Weed Solut-ionuntuk digunakan di perkebunan kelapa sawit milik negara terbesar di Malaysia. 

Pada kesempatan kali ini Pandawa Agri Indonesia juga menceritakan apa yang melatarbelakangi mereka dalam menciptakan produk-produk inovasi yaitu keinginan untuk memberikan solusi dalam penggunaan racun pestisida yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Mempunyai pengalaman sebagai tim penguji produk pertanian saat kuliah di Bogor Agriculture University, mereka setelah lulus kuliah melakukan berbagai percobaan di lapangan sehingga dapat membantu petani dan perkebunan besar di luar Jawa dalam mengurangi penggunaan pestisida sehingga lebih ramah lingkungan dan biaya lebih terjangkau.  

Bupati Banyuwangi (Ipuk Fiestiandani) bersama CEO PT. Pandawa Agri Indonesia (Kukuh Roxa) melakukan company overview tour

Tentang Pandawa Agri Indonesia

Pandawa Agri Indonesia merupakan perusahaan berbasis lifescience pertama dari Indonesia dan saat ini satu-satunya yang memiliki inovasi dalam pengembangan produk pengurang pestisida (reduktan pestisida). Berawal dari inovasi tersebut, Pandawa Agri Indonesia berkomitmen membantu para pelaku usaha pertanian untuk mewujudkan praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan, ramah lingkungan, aman bagi pengguna, dan juga efisiensi biaya.Untuk informasi lebih lanjut kunjungi: https://pandawaid.com/

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Terkait

Blog

Tentang Aku, Kamu, dan OPT

Apa yang ada di benak kalian jika membaca kalimat tentang organisme pengganggu tanaman? Apakah hanya golongan dari serangga saja? Tentu saja bukan. Organisme pengganggu tanaman atau biasa disingkat OPT merupakan organisme baik itu hama, vektor penyakit, bahkan gulma.

Read More »

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *