Dampak

"Reducing our levels of consumption
will not be a sacrifice but a bonus"
- David Wann-

Napak Tilas

Sejak tahun 2014 kami sudah mulai bersinergi dengan seluruh stakeholder dunia pertanian untuk berinovasi memecahkan permasalahan mengenai penggunaan input kimia sintetis yang berlebihan. sampai saat ini kami sedikit demi sedikit telah membantu mewujudkan praktik pertanian yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan bagi seluruh stakeholder, pemegang saham, karyawan, mitra, konsumen, serta lingkungan.

Mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia yang inovatif, kreatif, visioner, komunikatif, berdisiplin serta memiliki loyalitas tinggi pada perusahaan merupakan cara kami untuk meningkatkan nilai perusahaan dan menjadikan Pandawa Agri Indonesia perusahaan global dalam usaha pertanian terpadu yang berdampak sosial.

Pencapaian Kami dalam Angka

(*data sampai akhir tahun 2019)

Terima kasih atas partisipasinya untuk mengurangi penggunaan pestisida bersama kami!

We did it and still not over yet, so here they are our exellences in number

Dari Banyuwangi untuk Indonesia!
Beberapa kata petani yang sudah ikut melakukan kegiatan bertani ramah lingkungan bersama kami
“Saya sangat senang dengan adanya WS ini, karena sepengetahuan saya jika terlalu banyak menggunakan herbisida bisa mempengaruhi bunga kopi dan tentu saja ke biji kopi itu sendiri. WS membuat tanaman kopi saya menjadi lebih sehat dan hemat, ini sudah kali kedua saya beli :D”
Frans
Petani Kopi, Rimba Candi, Pagar Alam-Sumatera Selatan
“Sudah dua kali saya memakai WS untuk membantu mengontrol gulma di kebun kopi saya yang susah dikendalikan, hasilnya selalu memuaskan, benar-benar mati seperti saya pakai dosis biasanya. Dosis pakai herbisida saya pun menjadi berkurang, dan pengeuaran saya pun ikut berkurang. WS Oke :D”
Giyono
Petani Kopi, Desa Talang Ternak, Pagar Alam-Sumatera Selatan
"Saya pertama kali mencoba menggunakan PS saat menyemprot racun hama pada tanaman kubis. Selain hamanya lebih terkendali saya melihat pertumbuhan kubis saya berbeda dan lebih cepat pertumbuhannya. Saat ini saya menggunakan PS pada tanaman kentang, Alhamdulillah tanaman kentang saya sampai sekarang hama penyakitnya lebih terkendali. Tanaman lebih segar sehat dan tidak ditemukan jamur pada daunnya, begitu juga hama juga tidak ditemukan"
Ngadini
Petani, Desa Sukamulya, Dempo Utara, Kota Pagar Alam-Sumatera Selatan
"Saya pertama kali pakai PS ketika tanaman cabe saya terkena Fusarium, Alhamdulillah setelah beberapa kali penyemprotan dengan ditambahkan PS ini tanamannya mulai segar kembali. Akhirnya saya yakin, setiap mau semprot tanaman saya selalu tambahkan PS karena sangat membantu mempercepat terkendalinya penyakit pada tanaman cabe saya. Setiap menyemprot tambahkan selalu PS karena selain hemat juga dapat mengurangi racun yg kita gunakan"
Nur Alam
Petani, Desa Tanjung Pring, Indralaya, Ogan Ilir-Sumatera Selatan
“Beberapa waktu lalu, saya dengar ada pelatihan tentang teknik budidaya kopi bersama WS, namun saya belum sempat untuk ikut pelatihan tersebut. Teman-teman saya yang ikut pelatihan tersebut memberitau saya bahwa ada campuran untuk herbisida yang bisa mengurangi dosis pemakaian herbisida saya tapi hasilnya tetap bagus, namanya WS. saya tertarik lalu mencari tau dan mencoba WS pada lahan saya dan ternyata hasilnya memuaskan 😊”
Wahid
Petani Kopi - Hortikultura, Rimba Candi, Pagar Alam-Sumatera Selatan
“Saya cukup banyak menggunakan racun rumput pada tanaman kopi saya. Saya rasakan hari kehari tanaman kopi saya banyak yang rusak akar dan batangnya. Saya menduga ini karena sering pakai racun rumput. Saya dikenalkan oleh petugas PAI dengan WS. Setelah saya coba 2 kali pada lahan yang sama saya melihat tanaman kopi saya lebih bagus sekarang. Daun tidak kuning lagi sehabis menyemprot, bunga kopi lebih banyak dan tidak rontok.”
Fikri
Petani Kopi, Desa Talang Tampakan, Pagar Alam-Sumatera Selatan
“Sudah tiga kali menggunakan WS pada lahan yang sama sejak kenal dengan petugas PAI. Dulu setiap kali menyemprot dengan racun rumput, besok paginya sudah kelihatan daun kopi mulai kuning dan saya tahu ini akibat racun rumput yang saya gunakan. Saya dikenalkan dengan WS dan sejak itu mengurangi racunnya dan digantikan dengan WS. Alhamdulillah setiap kali menyemprot daun kopi saya tdak kuning lagi”
Edi
Petani Kopi, Desa Rimba Candi, Pagar Alam-Sumatera Selatan