Merawat Tanah, Menumbuhkan Kehidupan: Memahami Pertanian Regeneratif

Sering kali kita begitu fokus memberi pupuk, air, dan perlindungan dari hama tanpa menyadari bahwa akar masalah dalam merawat tanaman justru ada pada tanah, tempat tanaman tumbuh dan bernaung. Ibarat rumah, jika rusak atau kotor, penghuninya pun tidak dapat tumbuh dengan sehat.

Jika merawat tanaman didefinisikan sebagai merawat rumah, inilah dasar konsep pertanian regeneratif (Regenerative Agriculture) yaitu sebuah pendekatan yang menekankan pemulihan dan peningkatan kesehatan tanah serta ekosistem secara keseluruhan.

Keyword gambar: Soil health, ecosystem restoration, intergrated farming, dan nature-based solutions

Pertanian regeneratif tidak hanya menjaga keberlanjutan, tetapi juga memulihkan ekosistem lahan dan khususnya fungsi tanah agar kembali subur dan produktif. Konsep ini sejalan dengan praktik pertanian berkelanjutan lainnya seperti pertanian organik, agroekologi, dan berbagai sistem tradisional yang telah lama dipraktikkan oleh petani di Indonesia.

Sejarah istilah Regenerative Agriculture pertama kali diperkenalkan secara akademik oleh Francis dan timnya pada tahun 1986 melalui tulisan ilmiah “The Potential of Regenerative Agriculture in Developing Countries.” Namun, perhatian global terhadap topik ini meningkat pesat sejak 2018, ketika berbagai publikasi ilmiah dan perilisan film dokumenter “Kiss the Ground” mengangkat pentingnya pemulihan tanah sebagai fondasi sistem pangan masa depan.

Namun di balik sorotan global itu, praktik pertanian regeneratif sejatinya bukan hal baru bagi petani Indonesia. Prinsip menjaga kesuburan tanah, memulihkan ekosistem, dan memanfaatkan bahan alami telah lama menjadi bagian dari kearifan lokal di berbagai daerah.

Kearifan Lokal sebagai Inspirasi Pertanian Regeneratif

Di Pulau Bali, sistem irigasi tradisional Subak menjadi contoh nyata keseimbangan antara alam, manusia, dan budaya. Lebih dari sekadar mengatur pengairan sawah secara adil dan efisien, Subak juga menanamkan nilai sosial dan spiritual dalam pengelolaan sumber daya alam. Atas keunikan ini, Subak diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang menjadi bukti bahwa harmoni antara manusia dan lingkungan dapat menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan dan memulihkan.

Di Pulau Jawa, tepatnya di Banyuwangi, konsep serupa kini dikembangkan dalam skala yang lebih luas melalui penerapan solusi berbasis alam (nature-based solutions). Melalui PPAI Technology®, petani padi swadaya menerapkan praktik pertanian regeneratif yang mencakup penggunaan pembenah tanah (Balance Solution™), pengurangan pestisida sintetis, serta pemenuhan nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Untuk menjaga efisiensi sumber daya, petani juga menerapkan metode pengairan berselang (Alternate Wetting and Drying / AWD) yang terbukti mampu menghemat penggunaan air irigasi dan menekan emisi gas metana tanpa menurunkan produktivitas tanaman. 

Selain itu, jerami padi yang sebelumnya dibakar kini dikomposkan menggunakan dekomposer jerami guna mengembalikan nutrisi organik dan memperkaya kehidupan mikroba di dalam tanah, sebuah langkah kecil yang berdampak besar terhadap kesuburan jangka panjang.Misi memperluas praktik pertanian regeneratif di Banyuwangi ini dijalankan melalui kolaborasi berbagai pihak: Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, IPB University, Bulog, Danone Indonesia, dan Pandawa Agri Indonesia. Bersama, mereka membangun rantai nilai beras biofortifikasi Sunwangi, beras dengan kandungan nutrisi hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan beras biasa, yang dihasilkan secara regeneratif dan dikonsumsi oleh masyarakat lokal.

Menegaskan Arah Pertanian Indonesia

Inisiatif para petani di Bali dan Banyuwangi membuktikan bahwa pertanian regeneratif bukan sekadar konsep, tetapi praktik nyata yang dapat diterapkan dan memberi manfaat bagi petani, lingkungan, dan masyarakat.

Momentum sudah ada, tantangannya bukan pada cara kita mengadopsi praktik ini, tetapi bagaimana kita memastikan masyarakat paham pentingnya pertanian regeneratif.

Share :

Artikel Terkait

Artikel Terkait

We use cookies to improve your experience on our website

We use cookies to give you the best experience when you visit pandawaid.com. By using our website you agree to our Terms and Conditions and Privacy Policy