Dalam Impact Report ini, kami membagikan perjalanan kami membangun ekosistem petani swadaya di tiga wilayah —padi di Nusa Tenggara Timur, kopi di Sumatera Selatan, dan padi di Banyuwangi— yang masing-masing memberikan pelajaran dan pengalaman bermakna. Melalui perjalanan ini, kami melihat bagaimana praktik pertanian regeneratif dan solusi berbasis alam mampu memperkuat pertanian swadaya dengan meningkatkan ketangguhan, produktivitas, dan keberlanjutan jangka panjang. Berbekal pengalaman tersebut, kami kini memfokuskan transformasi petani swadaya di Banyuwangi sebagai pusat untuk menghadirkan dampak yang berkelanjutan dengan skala yang lebih luas.
Banyuwangi, 16 September — Pandawa Agri Indonesia (PAI) menapaki arah baru dalam pertanian swadaya dengan memusatkan pengembangan ekosistemnya di Banyuwangi, setelah bertahun-tahun melakukan uji coba di berbagai wilayah Indonesia. Didukung lahan subur, dukungan kelembagaan yang kuat, dan petani yang terbuka pada inovasi, Banyuwangi kini menjadi pusat pengembangan sistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Dalam dua musim tanam, ekosistem di Banyuwangi telah berkembang dari 40 menjadi lebih dari 100 hektare. Petani yang mengadopsi PPAI Technology® secara konsisten menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan rekan-rekannya. Bahkan ketika serangan hama tikus parah melanda kawasan ini, para petani peserta tetap mencatat hasil panen yang lebih tinggi, pendapatan yang lebih besar, dan keuntungan yang lebih baik.
Hasil ini menegaskan bahwa praktik regeneratif berbasis sains mampu membangun ketangguhan menghadapi guncangan sekaligus mengurangi ketergantungan pada input kimia. Pengalaman nyata di lapangan ini memperkuat wawasan yang lebih luas dalam Laporan Dampak Pandawa Agri, yang menyoroti bagaimana solusi berbasis alam (nature-based solutions) dapat menjadi fondasi pertanian swadaya menuju keberlanjutan jangka panjang.
Banyuwangi kini juga menjadi pusat kolaborasi Pandawa Agri Indonesia (PAI) bersama Danone Indonesia dalam meluncurkan inovasi berorientasi gizi: Sunwangi, beras biofortifikasi yang diperkaya zat besi, zinc, dan vitamin esensial. Panen perdana memberikan hasil menjanjikan, baik dari sisi produktivitas maupun peningkatan nilai gizi. Selain itu, penerapan teknologi irigasi hemat air di kawasan ini terbukti mampu mengurangi konsumsi air hingga lebih dari dua kali lipat.
Melalui program pemerintah daerah, lebih dari 2.000 ibu dan anak kini mendapatkan manfaat dari akses terhadap pangan pokok kaya nutrisi ini. Meski belum semua petani di Banyuwangi membudidayakan beras biofortifikasi, inisiatif ini menunjukkan bagaimana praktik pertanian berkelanjutan dapat terhubung langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Fokus yang lebih tajam ini lahir dari pengalaman berharga namun penuh tantangan di berbagai daerah lain. Di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, petani padi berhasil mencatat peningkatan produktivitas lebih dari 25% dengan dukungan pembiayaan dari Rabo Foundation. Sementara itu, di Pagar Alam, Sumatra Selatan, petani kopi mengalami kenaikan hasil panen hingga 18% dan lonjakan keuntungan hampir 60%. Namun, dinamika politik, kompleksitas pembiayaan, serta partisipasi petani yang tidak merata membatasi kedua inisiatif tersebut, hingga akhirnya harus dihentikan.
“Keputusan untuk memusatkan perhatian di Banyuwangi bukanlah hal yang mudah, namun merupakan langkah yang perlu diambil,” ujar Kukuh Roxa, CEO Pandawa Agri Indonesia. “Dampak hanya benar-benar berarti jika mampu bertahan lama. Banyuwangi menawarkan ekosistem yang tepat: lahan subur, dukungan pemerintah, serta petani yang terbuka terhadap inovasi. Di sini, kami dapat membuktikan bahwa keberlanjutan bukan hanya mungkin diwujudkan, tetapi juga dapat diperluas skala penerapannya.”
Seiring PAI memperkuat pijakannya di Banyuwangi, pengalaman dari berbagai upaya sebelumnya terus menjadi pelajaran berharga: pentingnya keterlibatan petani yang kuat, model pembiayaan yang tangguh, serta kemitraan yang mampu menyeimbangkan dampak sosial dengan keberlanjutan ekonomi. Keseluruhan pengalaman ini menandai fase baru transformasi petani swadaya di Indonesia, di mana ketangguhan, keberlanjutan, dan kesejahteraan petani tumbuh berdampingan.
Tentang Pandawa Agri Indonesia
Pandawa Agri Indonesia merupakan perusahaan pertanian berbasis life-science pertama dari Indonesia, dan saat ini satu-satunya di dunia, yang memiliki inovasi dalam berupa produk pengurang pestisida (reduktan pestisida). Berawal dari inovasi tersebut, Pandawa Agri Indonesia berkomitmen membantu para pelaku usaha pertanian untuk mewujudkan praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan, ramah lingkungan, aman bagi pengguna, dan juga efisiensi biaya.
Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pandawaid.com.
Informasi dan kontak media:
Junia Anindya
Corporate Sustainability and Communications
Pandawa Agri Indonesia
junia@pandawaid.com
+62 81-351-670-869
We use cookies to give you the best experience when you visit pandawaid.com. By using our website you agree to our Terms and Conditions and Privacy Policy