Apa itu Alsintan 4.0?

#TemanPandawaAgri, Apakah kalian tau tentang Alsintan? Apa yang ada dalam benak kalian jika mendengar kalimat tersebut? Eits, ini bukan nama senyawa kimia atau sebuah tempat di timur tengah ya.

Alsintan sendiri merupakan singkatan dari Alat dan Mesin Pertanian. Yap sesuai dengan kepanjangannya, semua alat dan mesin di bidang pertanian yang digunakan untuk tujuan mempercepat proses dari pengolahan lahan, panen, sampai pasca panen termasuk dalam kategori alsintan.

Tidak hanya itu, alsintan juga mampu memberikan nilai tambah pada kegiatan hasil panen, lebih efektif dalam kegiatan perawatan seperti pengendalian gulma dan pemupukan , sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Omong-omong soal Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), tak lengkap rasanya jika kita tidak mengulik Alsintan yang mampu menangani gulma karena seperti yang telah disebutkan tadi, salah satu keunggulan dari alsintan adalah lebih efektif dalam kegiatan perawatan yaitu pengendalian gulma. Jenis-jenis alsintan tersebut antara lain:

  • Rotavator → Rotavator merupakan mesinpertanian yang berfungsi untuk membolak balikan tanah, mencacah, memotong, serta menghilangkan tanaman pengganggu (gulma).
  • Kultivator → Mesin pertanian yang berfungsi untuk mengaduk dan menghancurkan gumpalan tanah yang besar sebelum penanaman. Hal tersebut bertujuan untuk mengaerasi tanah. Mesin ini juga bisa digunakan setelah pembenihan yang bertujuan untuk membunuh gulma.

kelebihan dari alat-alat tersebut salah satunya adalah mampu menggarap berbagai jenis lahan, baik itu basah maupun kering. Namun dengan harga yang masih relatif tinggi dan pemasarannya yang belum menyentuh desa-desa terpencil, membuat alsintan ini tidak merata penggunaannya sehingga tidak optimal dalam membantu seluruh petani di Indonesia.

Saat ini dunia alsintan pun mengikuti perkembangan zaman. Di era teknologi maju seperti sekarang banyak bermunculan alsintan-alsintan 4.0 yang sebelumnya belum terbayangkan dapat digunakan di dunia pertanian. Apakah #temanpandawaagri pernah menerbangkan drone? entah itu untuk sekedar berswafoto atau memotret pemandangan yang indah?Ya , sekarang ini penggunaan drone sudah banyak digunakan pengaplikasiannya di dunia pertanian loh.

Drone merupakan sebuah pesawat tanpa awak yang saat ini pengembangannya sudah merambah dunia pertanian. contoh aplikasinya diantaranya adalah:

Pixabay.com/Dji-Agras
  • mendeteksi keadaan dan kesuburan tanah
  • mendeteksi kesehatan tanaman
  • mengamati populasi dan jenis jenis hama
  • membantu mengoptimalisasikan atau menyemprot pestisida

Baca Artikel Lainnya :

menurut Yudhan dan Wardani (2017) penyemprotan pestisida dengan menggunakan drone dapat menempuh waktu 12,5 jam untuk luas area lahan 1 Ha. Sedangkan cara konvensional dengan luas area yang sama membutuhkan waktu 20 jam.

kombinasi penggunaan drone dan pestisida mempunyai banyak kelebihan dilihat dari sisi efisiensi biaya maupun waktu. aplikasi ini terbilang efektif karena mampumenyemprot areal lahan secara luas lebih cepat daripada cara konvensional.

namun penggunaan dosis pestisida juga harus dipehatikan. Sebab, dampak dari penggunaan pestisida yang berlebihan akan membahayakan lingkungan.

Penggunaan dosis pestisida dapat dikurangi dengan menggunakan reduktan. Reduktan dapat mengurangi dosis pestisida sampai 50%. Kombinasi tersebut jika dipakai menggunakan drone akan menjadi terobosan alsintan pengendali gulma yang efektif, ekonomis dan ramah lingkungan.

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel Terkait

Blog

Apa itu Alsintan 4.0?

#TemanPandawaAgri, Apakah kalian tau tentang Alsintan? Apa yang ada dalam benak kalian jika mendengar kalimat tersebut? Eits, ini bukan nama senyawa kimia atau sebuah tempat di timur tengah ya.

Read More »
Blog

Tentang Aku, Kamu, dan OPT

Apa yang ada di benak kalian jika membaca kalimat tentang organisme pengganggu tanaman? Apakah hanya golongan dari serangga saja? Tentu saja bukan. Organisme pengganggu tanaman atau biasa disingkat OPT merupakan organisme baik itu hama, vektor penyakit, bahkan gulma. Akibat yang ditimbulkan oleh OPT diantaranya dapat menurunkan hasil panen karena tanaman rusak secara fisik, gangguan fisiologi dan biokimia, atau kompetisi hara dengan tanaman budidaya. Bayangkan jika tidak ada pengendalian OPT pada tanaman budidaya, mungkin stok hasil pertanian tidak akan melimpah seperti sekarang.

Read More »

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Blog

Apa itu Alsintan 4.0?

#TemanPandawaAgri, Apakah kalian tau tentang Alsintan? Apa yang ada dalam benak kalian jika mendengar kalimat tersebut? Eits, ini bukan nama senyawa kimia atau sebuah tempat di timur tengah ya.

Read More »

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *