Pandawa Agri Indonesia Perkuat Ekosistem Petani Swadaya melalui Pendampingan Intensif, Produktivitas Naik Lebih dari 20%

Pandawa Agri Indonesia | Laporan Dampak 2025

Pandawa Agri Indonesia Perkuat Ekosistem Petani Swadaya melalui Pendampingan Intensif, Produktivitas Naik Lebih dari 20%

Pandawa Agri Indonesia (PAI) merilis laporan dampak terbaru dari Pengembangan Ekosistem Petani Swadaya End-to-End di Banyuwangi, Jawa Timur. Laporan ini menyoroti perubahan strategi PAI yang kini lebih berfokus pada peningkatan kualitas dan manfaat yang dihasilkan secara menyeluruh. 

Berbekal pembelajaran dari musim tanam sebelumnya, PAI memilih untuk memfokuskan implementasi  pada cakupan yang lebih terarah di musim tanam kedua. Keputusan ini diambil karena PAI melihat bahwa perluasan area lahan persawahan saja belum cukup untuk menghasilkan perkembangan pertanian yang konsisten dan berkelanjutan.

“Perubahan ini tentu disertai sejumlah penyesuaian. Cakupan operasional kami menjadi lebih terfokus, sehingga tim kami dapat bekerja lebih dekat dengan petani dan para pemangku kepentingan di tingkat lokal,” ujar Kukuh Roxa, Co-founder dan CEO PAI. 

“Melalui pendekatan ini, kami melihat hasil yang lebih baik. Produktivitas meningkat secara signifikan antara musim tanam pertama dan kedua. Hal ini kembali menegaskan bahwa pertanian berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kekuatan ekosistem yang mendukung penerapannya.”

Di dalam laporan ini, Anda akan menemukan:

  • Pertimbangan di balik perubahan strategi dari perluasan jangkauan menuju pendampingan intensif
  • Analisis ekonomi petani, termasuk perubahan produktivitas, pendapatan, dan keuntungan.
  • Dampak perubahan di lapangan, mulai dari pengendalian hama hingga efisiensi input dan ketahanan tanaman.
  • Pelajaran untuk memperluas ekosistem secara bertanggung jawab, termasuk arah pengembangan Agro-Environmental Scheme.

Laporan Dampak Ekosistem Petani Swadaya 2025 Anda Telah Tersedia

Dengan menggabungkan pendampingan petani secara intensif dan penggunaan PPAI Technology®, petani dapat mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan lebih awal dan menanganinya secara lebih tepat, termasuk serangan hama, gangguan kesehatan tanaman, pengelolaan irigasi, serta penggunaan sarana produksi. Sebagai hasilnya, produktivitas pada musim tanam kedua meningkat 24,21% dibandingkan musim tanam pertama. 

Peningkatan produktivitas ini menunjukkan bahwa pemantauan yang lebih intensif dan intervensi lapangan yang lebih cepat dapat meningkatkan ketahanan tanaman dalam menghadapi kondisi budidaya yang menantang. 

Sepanjang 2025, PAI juga mencatat kemajuan yang lebih luas dari sisi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Perkembangan tersebut, beserta berbagai pembelajaran dari proses transisi ini, terangkum dalam Laporan Dampak PAI 2025, From Reach to Results: Reframing Smallholder Ecosystem Development Through Intensive Assistance.

Insentif yang Tidak Hanya Berfokus pada Hasil Panen

Memasuki tahap pengembangan ekosistem berikutnya, PAI tidak lagi hanya berfokus pada perluasan lahan, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tetap berjalan seiring dengan kualitas pelaksanaan dan manfaat nyata bagi petani. Untuk mendukung tujuan tersebut, PAI saat ini sedang melaksanakan pilot Agro-Environmental Scheme (AES), yaitu skema insentif berbasis kinerja yang memberi penghargaan kepada petani atas upaya mereka dalam menjaga kesehatan tanah dan keanekaragaman hayati.

Berbeda dari skema insentif konvensional yang hanya berfokus pada satu hasil, AES dirancang untuk mendorong berbagai manfaat sekaligus. Manfaat tersebut mencakup peningkatan produktivitas, pengurangan ketergantungan terhadap bahan kimia pertanian, penurunan emisi metana, perbaikan kesehatan tanah, serta peningkatan pendapatan petani.

Pendekatan ini diterapkan secara praktis, berbasis ekosistem, dan disesuaikan dengan kondisi pertanian di Indonesia. Melalui AES, PAI ingin mendukung perluasan ekosistem pertanian tanpa mengurangi kualitas penerapannya di lapangan maupun manfaat yang diterima petani. 

Seiring dengan upaya PAI untuk terus menyempurnakan model ini, perubahan yang dilakukan pada 2025 menjadi landasan bagi pertumbuhan ekosistem yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. 

Dengan membagikan pembelajaran dan refleksi dari proses tersebut, PAI ingin mendorong diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana inisiatif pertanian berkelanjutan dapat memberikan manfaat yang lebih mendalam dan bertahan lama melalui pelaksanaan yang berintegritas, konsisten, dan dengan tetap memperhatikan kebutuhan petani.

Tentang Pandawa Agri Indonesia

Pandawa Agri Indonesia merupakan perusahaan berbasis life-science pertama dari Indonesia dan saat ini satu-satunya yang memiliki inovasi dalam pengembangan produk pengurang pestisida (reduktan pestisida). Berawal dari inovasi tersebut, Pandawa Agri Indonesia berkomitmen membantu para pelaku usaha pertanian untuk mewujudkan praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan, ramah lingkungan, aman bagi pengguna, dan juga hemat biaya.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pandawaid.com.

Informasi dan kontak media:

Junia Anindya

Corporate Sustainability and Communications
Pandawa Agri Indonesia

We use cookies to improve your experience on our website

We use cookies to give you the best experience when you visit pandawaid.com. By using our website you agree to our Terms and Conditions and Privacy Policy