Alternatif Green Herbisida: P-Glufosinat dari Pandawa Agri Indonesia

Introducing Yosky Pro

Transisi ke “Green Herbicide”: Mengenal Yosky Pro®, Herbisida Alelopati Alami dengan 100% P-Glufosinat

Saat ini, tantangan di lapangan semakin nyata, mulai dari gulma yang cepat tumbuh kembali (regrowth) setelah aplikasi Paraquat, hingga meluasnya risiko resistensi gulma terhadap Glifosat

Kondisi ini diperberat dengan regulasi global yang semakin ketat. Seperti Amonium Glufosinat, kini masuk dalam daftar pestisida yang dibatasi (restricted) oleh sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC). Artinya, pengelola lahan yang mengikuti standar FSC wajib memprioritaskan alternatif lain yang lebih ramah lingkungan.

Disinilah P-Glufosinat hadir sebagai jawaban.

Apa yang membuat P-Glufosinat berbeda?

Saat memperkenalkan P-Glufosinat sebagai alternatif Green Herbicide, pertanyaan yang sering muncul adalah: Apa bedanya P-Glufosinat dengan Amonium glufosinat? 

Meskipun namanya sama-sama glufosinat, P-Glufosinat dan Amonium Glufosinat sangat berbeda. Setidaknya ada 3 hal utama yang membedakannya: kandungan isomer, proses produksi, dan potensi polusi kiral.

100% Isomer Aktif vs. Isomer Campuran (Rasemik)

Kandungan isomer pada P-Glufosinat mengandung 100% isomer aktif. Sementara itu, berdasarkan penelusuran kami, pada umumnya Amonium glufosinat konvensional yang beredar di pasar mengandung campuran isomer (rasemik) dengan konsentrasi yang berbeda tergantung merknya. Perbedaan kemurnian isomer inilah yang menjadi kunci penentu efikasi dan performa herbisida.

Isomer adalah molekul dengan rumus kimia yang sama, tetapi memiliki susunan ruang yang berbeda. Sederhananya, seperti dua kunci yang terlihat mirip, tapi hanya satu yang benar-benar bisa membuka pintu.

Nah, pada kasus glufosinat, bentuk ‘kunci’ atau isomer ini ada dua:

  • L-glufosinat, “kunci yang bekerja”, yaitu isomer aktif yang berperan langsung dalam mengendalikan gulma. Sebaliknya,
  • D-glufosinat, “kunci yang tidak pas”, yaitu isomer yang tidak aktif pada pengendalian gulma  dan menjadi polutan di lingkungan.

Teknologi Biokatalis Yang Telah Dipatenkan

Dibalik kandungan 100% isomer aktif pada P-Glufosinat, terdapat proses produksi menggunakan inovasi paten Teknologi Biokatalis. Teknologi ini dirancang secara spesifik hanya menghasilkan isomer yang dibutuhkan untuk mengendalikan gulma. Inovasi eksklusif inilah yang menjadikan P-Glufosinat unik dan tidak dapat ditiru, sehingga tidak dapat ditemukan versi generiknya di pasaran. 

Sementara itu, dalam proses konvensional yang menghasilkan campuran isomer, terdapat bagian yang secara teknis tidak bekerja aktif dalam proses pengendalian gulma di lahan.

Mengeliminasi Polusi Kiral

Karena  Amonium Glufosinat konvensional masih mengandung D-glufosinat, hal ini memicu fenomena yang dikenal sebagai polusi kiral (chiral pollution). Ixstilah ini merujuk pada pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh residu isomer tidak aktif yang sebenarnya sama sekali tidak berguna dalam  pengendalian gulma.  

Menggunakan herbisida dengan campuran isomer (rasemik) sama saja dengan menyemprotkan residu kimia dua kali lebih banyak ke alam dari yang sebenarnya dibutuhkan. Dampak nyata dari polusi kiral ini meliputi: beban metabolik pada mikroba tanah , dampak lingkungan yang sulit diprediksi (environmental fate) , serta risiko salah sasaran (off-target) pada organisme non-target.

Mengenal Lebih Jauh Yosky Pro® P-Glufosinat 200SL

Pandawa Agri Indonesia menghadirkan Yosky Pro® P-Glufosinat 200 SL sebagai jawaban atas tantangan pengendalian gulma yang lebih presisi dan bertanggung jawab.

Mungkin banyak yang bertanya, apa arti huruf ‘P’ dalam P-Glufosinat? Simpelnya, ‘P’ merujuk pada Pure (Murni). Jika herbisida konvensional biasanya masih berisi campuran isomer aktif dan tidak aktif, Yosky Pro® hanya menggunakan 100% L-glufosinat. 

Dengan fokus pada kemurnian ini, Yosky Pro® memastikan performa maksimal di lapangan sekaligus mengeliminasi isomer non-aktif yang hanya akan menjadi polutan kiral bagi lingkungan.

Saat ini, Yosky Pro® adalah satu-satunya herbisida alelopati alami yang dihasilkan dari proses fermentasi metabolit sekunder oleh mikroorganisme tanah Streptomyces sp. Dikembangkan menggunakan teknologi biokatalis multi-enzim yang telah dipatenkan. Formulasi ini dirancang tidak hanya untuk memberikan performa yang konsisten, tetapi juga dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan.

Cara kerja Yosky Pro® 

Yosky Pro® adalah herbisida sistemik kontak berspektrum luas, bekerja dengan menghambat enzim glutamin sintetase yang mengubah amonia menjadi L-glutamin. Ketika kinerja enzim terhambat, amonia terakumulasi pada jaringan gulma, mengganggu proses metabolisme, dan berakibat pada kematian sel. Selanjutnya, gulma menjadi layu kemudian mati. 

Secara efikasi, Yosky Pro® 200 SL terbukti:

  • >4x lebih efektif dibanding Glifosat.
  • ≅2x lebih kuat dibanding Parakuat.
  • >2x lebih efisien dibanding Amonium Glufosinat biasa.

Lebih Aman bagi Pengguna, Lebih Ramah bagi Planet

Tim Pandawa Agri juga melakukan riset mendalam terkait perbedaan yang menunjukkan mengapa inovasi Yosky Pro® 200SL ini lebih unggul terutama dari segi keamanan dan efisiensi:

Bagi Teman Pandawa Agri yang mulai mempertimbangkan keberlanjutan, Yosky Pro® telah mendapatkan sertifikasi dari China Green Food Association dan diperbolehkan untuk digunakan di pertanian organik.

Lebih Sedikit Dosis, Lebih Baik

Untuk hasil maksimal, Yosky Pro® dapat dikombinasikan dengan WEED Solut-ioN®, teknologi reduktan dari Pandawa Agri Indonesia, yang mampu menekan penggunaan herbisida hingga 50% tanpa mengurangi efikasinya.

Kombinasi ini membuka peluang bagi pengelola kebun untuk menjalankan pengendalian gulma secara lebih efisien. Kebutuhan handling, penyimpanan, hingga transportasi menjadi lebih ringkas, sehingga operasional lebih mudah dan tetap efektif, bahkan di kondisi lapangan yang menantang.

Kabar baiknya, teknologi P-Glufosinat telah hadir di Indonesia melalui Yosky Pro® 200 SL dan Yosky 116 SL. Dengan standar kemurnian tinggi, kedua produk ini siap mendukung Teman Pandawa Agri beralih ke pengendalian gulma yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Hubungi tim Pandawa Agri untuk informasi lebih lanjut dan temukan pendekatan yang lebih tepat untuk pengelolaan gulma di lahan Anda.

Referensi:

Ageruo. (2023, January 9). Glufosinate-p, a new driving force for the development of the future market of biocide herbicides. https://www.ageruo.com/news/glufosinate-p-a-new-driving-force-for-the-development-of-the-future-market-of-biocide-herbicides/

Ali, I., Aboul-Enein, H. Y., Sanagi, M. M., & Aini, W. (2012). Chirality and its role in environmental toxicology. In EXS (pp. 413–436). https://doi.org/10.1007/978-3-7643-8340-4_14 

ECHEMI. (2023, February 2). Yongnong Biological sprints the world’s largest producer of glufosinate-ammonium project. https://www.echemi.com/cms/1202555.html

Pun, Á., Valimaña-Traverso, J., García, M. Á., Marina, M. L., Esteve-Núñez, A., & Boltes, K. (2025). Enhanced removal of chiral emerging contaminants by an electroactive biofilter. Environmental Science and Ecotechnology, 23, 100500. https://doi.org/10.1016/j.ese.2024.100500 

Yonon Bio. (n.d.). Yonon Bio official website. https://www.yononbio.com/ 

Zhao, X., Fu, K., Xiang, K., Wang, L., Zhang, Y., & Luo, Y. (2023). Comparison of the chronic and multigenerational toxicity of racemic glufosinate and L-glufosinate to Caenorhabditis elegans at environmental concentrations. Chemosphere, 316, 137863. https://doi.org/10.1016/j.chemosphere.2023.137863 

Zhou, W., Li, M., & Achal, V. (2024). A comprehensive review on environmental and human health impacts of chemical pesticide usage. Emerging Contaminants, 11(1), 100410. https://doi.org/10.1016/j.emcon.2024.100410


Tentang Pandawa Agri Indonesia

Pandawa Agri Indonesia merupakan perusahaan berbasis life-science pertama dari Indonesia dan saat ini satu-satunya yang memiliki inovasi dalam pengembangan produk pengurang pestisida (reduktan pestisida). Berawal dari inovasi tersebut, Pandawa Agri Indonesia berkomitmen membantu para pelaku usaha pertanian untuk mewujudkan praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan, ramah lingkungan, aman bagi pengguna, dan juga hemat biaya.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pandawaid.com.

Share :

Artikel Terkait

Artikel Terkait

We use cookies to improve your experience on our website

We use cookies to give you the best experience when you visit pandawaid.com. By using our website you agree to our Terms and Conditions and Privacy Policy